01/07/2022

Menjadi Teman bagi Anak, Komunikasi pun jadi Terbuka

source image : freepik

 

Menjadi Teman bagi Anak, Komunikasi pun jadi Terbuka – Dengan menempatkan diri menjadi seorang teman bagi anak adalah kunci dari keterbukaan komunikasi anak. Dengan Menjadi Teman bagi Anak membuat anak jadi nyaman berbicara pada orang tua. Komunikasi yang terbuka telah menyelesaikan setengah dari persoalan.

Ketika orang tua Menjadi Teman bagi Anak maka anak pun merasa diterima oleh lawan bicaranya. Anak menjadi nyaman bicara apa adanya pada orang tua tanpa takut merasa dihakimi, bahkan mungkin bicara mengenai pengalaman yang tidak mengenakkan, pengalaman keliru dan pengalaman memalukan.

Dengan menjadi seorang teman bagi anak membuat relasi antara orang tua dan anak menjadi efektif. Anak bisa bicara terbuka. Sebuah pengalaman atau persoalan diceritakan keseluruhan, tidak ada yang ditutup-tutupi. Tidak ada emosi yang ditahan atau disembunyikan. Tertawa ceria apa adanya sebagaimana menangis lega melepaskan beban.

Menjadi teman untuk anak merupakan kunci bagi orang tua dalam melakukan pengasuhan anak sepanjang hayat. Meski berteman dengan siapapun, anak tetap berteman dengan orang tua. Orang tua tetap menjadi orang kepercayaan buat anak.

Bagaimana caranya orang tua Menjadi Teman bagi Anak? Caranya mudah, yang sulit adalah modal dasarnya. Modal dasar menjadi teman untuk anak adalah orang tua bersedia mengelola ego, mengelola emosi, mengelola diri sendiri. Meski sulit, bukan berarti tidak bisa. Tidak perlu menjadi orang tua yang sempurna. Cukup dengan menjadi orang tua yang bersedia belajar dan berkembang bersama anak. Bukankah keluarga adalah tempat belajar terbaik? Anak belajar, orang tua pun belajar.

Pada dasarnya, ada tiga status ego yang bisa dijalankan orang tua dalam berhubungan dengan anak yaitu sebagai orang tua, sebagai orang dewasa, sebagai anak. Iya sebagai anak, status ego ini tidak berhubungan dengan umur seseorang, tapi lebih ke cara menempatkan diri dalam berhubungan dengan orang lain.

Status ego sebagai orang tua berarti seseorang menempatkan diri sebagai orang yang tahu, orang yang benar. Kata dan tindakannya mengandung pesan “semestinya”, “harusnya” atau “tidak boleh”. Status ego sebagai orang dewasa berarti seseorang menempatkan diri sebagai orang yang obyektif. Kata dan tindakannya menyatakan penjelasan mengenai “manfaat” atau “kegunaan” sesuatu. Status ego sebagai anak berarti seseorang menempatkan diri sebagai orang yang spontan, ekspresif dan berorientasi kesenangan.

Dalam berinteraksi dengan anak, orang tua bisa memilih salah satu status ego tersebut dengan memperhatikan situasi dan keadaan emosi anak. Bila ingin menjadi teman bagi, maka orang tua harus memilih status ego anak. Status ego anak akan menempatkan orang tua sejajar dengan anak, relasinya pertemanan pun akan terbangun.

Dengan Menjadi Teman bagi Anak, orang tua hendaknya tidak menghakimi cerita atau perilaku anak sebagai benar atau salah. Tahan diri untuk melakukan penilaian atau penghakiman. Seorang teman menghargai pilihan temannya. Dengarkan cerita anak dengan tenang, kelola emosi secara efektif. Ajukan pertanyaan untuk menggali cerita dan membantu anak melihat persoalan dari sudut pandang berbeda. Percayalah menjadi teman untuk anak akan banyak manfaatnya terutama manfaat jangka panjangnya.

Tinggalkan Balasan