01/07/2022

Daftar Film Horor Joko Anwar

Daftar Film Horor Joko Anwar – Filmnya yang tak biasa dicoba oleh sutradara lain, menjadi ciri khas Joko Anwar yang selalu ditunggu-tunggu para pecinta film Indonesia. Mendapatkan julukan sutradara sakit karena filmnya yang selalu menakjubkan, Joko Anwar menjadi sutradara yang tak hanya dikenal di Indonesia saja. Karya-karyanya pun berhasil masuk dalam seleksi film international terkemuka, diantaranya International Film Festival Rotterdam, New York Asian Film Festival, dan Dead by Down.

Perempuan Tanah Jahanam Karya Joko Anwar

Kali ini, Joko Anwar menyajikan film horor berbumbu ‘sakit’ karena adegan filmnya yang tak sekadar menunjukkan penampakan setan. Berjudul “Perempuan Tanah Jahanam”, film ini dikemas dengan alur yang berbeda sekali dengan “Pengabdi Setan”, yang juga disutradarai olehnya.

Sinopsis “Perempuan Tanah Jahanam

Film ini tayang di seluruh bioskop  Indonesia mulai tanggal 17 Oktober 2019. Bermula dengan tokoh seorang wanita bernama Maya yang bekerja sebagai  penjaga loket tol. Pada suatu malam, seorang pria misterius berkuku hitam membawa parang panjang tajam ingin membunuh Maya.

“Tak ada pilihan lain, kami juga ingin selamat”

Begitulah kata terkahir pria itu sebelum ditembak mati oleh petugas keamanan. Maya selamat dari percobaan pembunuhan. Ia pun memutuskan berhenti bekerja lalu mecoba berbisnis pakaian dengan temannya bernama Dini.

Bisnisnya yang tidak lancar membutuhkan modal besar. Ia lalu menemukan foto masa kecilnya di depan rumah megah di sebuah desa terpencil. Bersama dengan temannya, Maya mencari rumah megah tersebut dan berharap mendapatkan warisan untuk modal usaha.

Menempuh perjalanan enam jam dari kota, sampailah Maya dan Dini di desa. Namun banyak keganjalan saat perjalanan. Ketika sampai di desa, suasana sangat sepi dan mencekam menyambut kedatangan mereka berdua. Tak ada yang berlalu lalang. Mereka pun berkeliling, lalu menemukan rumah besar dan megah yang sangat mirip di foto masa kecil Maya.

Klimaks film dimulai saat seorang warga membunuh Dini karena mengaku sebagai Maya. Adegan pembunuhan yang menampakkan darah segar yang mengalir membuat film ini semakin ‘sakit’. Maya yang kebingungan mencari Dini malah menemukan cerita tentang kutukan desa. Tak ada bayi yang normal. Mereka terlahir tanpa kulit. 

Lurah desa mengumumkan, kutukan akan berakhir dengan mengadakan pertunjukan wayang yang terbuat dari kulit manusia pembawa kutukan.

Aktornya yang profesional berhasil memerankan adegan film dengan sangat luwes. Semua pembunuhan terlihat nyata dan memberikan kesan seperti terjadi di depan mata. Penampakan hantunya tak berpenampilan mengerikan tetapi berhasil memberikan sensasi merinding dan mencekam.

Sekali lagi, Joko Anwar berhasil mengeluarkan film horor yang tak mengecewakan. Selain “Perempuan Tanah Jahanam”, film horor lainnya juga disajikan dengan cara tak biasa. Memang membuat saraf tegang tetapi memicu penasaran. Berikut ulasan singkat film horor lain yang disutradari Joko Anwar.

1. Death Time: Kala (2007)

Film horor Joko Anwar

Sebuah karya Joko Anwar ini mendapatkan pujian dari para kritikus internasional. Film ini menceritakan tokoh bernama Eros, seorang homoseksual yang berprofesi menjadi polisi. Ia menyelidiki kasus kebakaran yang menewaskan 5 orang.

Ada juga sosok Janus, seorang wartawan yang juga meyelidiki kasus yang sama. Ia menderita penyakit narkolepsi yang membuatnya mudah tertidur ketika emosi memuncak.

Saat penyeledikan belum terpecahkan, istri dari salah satu korban kebakaran ikut tewas tertabrak truk. Kalimat  “Bukit Bendowonongso” menjadi sangat mengerikan di film ini. Siapapun yang mendengar kalimat itu dari sebuah rekaman misterius, dipastikan akan tewas mengenaskan.

Latar film ini dikemas dengan suasana yang kelam. Langit yang terus buram, penambahan tone warna suram, membuat  “Kala” semakin menegangkan.

2. Pintu Terlarang (2009)

Horor Joko Anwar

Cerita film ini diadopsi dari novel yang berjudul sama karangan Sekar Ayu Asmara. Mengisahkan seorang pematung sukses bernama Gambir yang telah mencapai puncak kesuksesan. Ditengah-tengah kebahagiannya, Gambir selalu diteror dengan tulisan “Tolong saya”. Tulisan itu mulai muncul ketika ia dilarang oleh istrinya membuka pintu merah yang ada di dalam rumah mereka.

Klimaks film mulai memuncak ketika penonton disuguhkan dengan suatu kebenaran di balik pembuatan patung. Sang istri memasukkan janin ke dalam patung berbentuk wanita hamil yang telah dipahat oleh Gambir. Kejadian tersebut terus-menerus dilakukanya dengan seizin Gambir.

Joko Anwar sukses merancang “Pintu Terlarang” dengan alur yang tak bisa ditebak. Film ini membawa penontonnya menelusuri rahasia di dalam rahasia.

3. Pengabdi Setan (2017)

Pengabdi setan joko anwar

Film ini sempat booming dan berhasil meraih 4,2 juta penonton saat masa penayangannya.

Mengisahkan sebuah keluarga sederhana dengan empat orang anak yang tinggal di rumah kecil dan terpencil. Mereka tinggal dengan ibunya yang sakit aneh selama tiga tahun dan akhirnya meninggal. Setelah acara pemakaman selesai teror arwah dimulai.

Sang ibu tak hanya menghantui tetapi juga ingin membawa arwah anak yang ditinggalkanya. Ternyata, sang ibu dulunya seorang wanita mandul. Keinginannya yang kuat untuk mempunyai anak membawanya bergabung dengan sekte pemuja setan. Ia bisa memiliki anak namun dengan tumbal anak bungsunya yang berusia 7 tahun.

Teror meningkat ketika arwah nenek mereka juga ikut menghantui. Anehnya ia hanya meneror Ian si anak bungsu yang akan berusia 7 tahun. Mereka pun mendatangi Hendra sebagai peran penolong. Namun keadaan tidak membaik malah nyawa mereka semakin terancam.

Semua anggota sekte setan datang ingin mengambil Ian. Hendra tewas ditangan mereka. Tangannya menggenggam sebuh kertas yang berisi pesan yang memberitahukan sekte setan datang tak membawa Ian tetapi untuk tujuan yang lebih mengerikan.

Joko Anwar sukses meremake  film ini dengan keseraman 2 kali lipat. Film aslinya berjudul sama dirilis tahun 1982. Pada tahun itu, Pengabdi Setan menjadi film horor terlaris karena sangat menyeramkan.

Daftar Film Horor Joko Anwar selalu menyajikan narasi ketakutan yang apik. Pengambilan  adegan  dan palet warna yang menakjubkan, berhasil menyesakan nafas penonton dengan suasana kehororan yang maximal. Permainan plot yang tak pada umumnya menjadikan karyanya selalu ditunggu-tunggu penonton perfilman Indonesia.

Tinggalkan Balasan