01/07/2022

Apakah Semua Permintaan Anak Harus Dipenuhi?

source image : yandex

 

Apakah Semua Permintaan Anak Harus Dipenuhi? – Ada kalanya sebagai orang tua merasa pusing, saat sang anak mau ini! dan itu!, ingin ini! dan itu!.. Pusiing !!. Namun sebenarnya hal ini adalah hal yang wajar untuk seorang anak diusianya, tinggal bagaimana cara orangtua dalam menyikapi hal tersebut. Anak cenderung mengikuti kesenangannya sendiri, sehingga wajar bila mempunyai banyak permintaan ke ayah ibu. Lalu, Apakah Semua Permintaan Anak Harus Dipenuhi?.

Ada dua motif orang tua memenuhi permintaan anak, pertama motif masa lalu dan motif masa depan. Motif masa lalu itu seperti “Aku dulu ingin punya sepeda tapi tidak dibelikan orang tua, sekarang apa salahnya aku belikan buat anakku”, “Aku dulu makan ikan asin, sekarang anakku harus makan daging”, atau “aku dulu tidak punya mainan yang canggih, sekarang apa salahnya kalau anakku kubelikan mainan yang canggih”. Rumusnya simpel: Masa Lalu Orang Tua Kekurangan + Anak Sekarang Harus Berkecukupan = Permintaan Anak Dipenuhi.

Motif masa lalu dalam memenuhi permintaan anak adalah kompensasi atas kehidupan masa lalu orang tua yang kekurangan. Boleh saja motif ini, tapi jadi keliru bila mengabaikan konsekuensi perilaku anak yang akan terbentuk. Misal, apakah dengan membelikan sepeda, ayah ibu siap menemaninya belajar sepeda? Apakah dengan selalu makan daging, anak bisa terlatih tahan banting dalam kesusahan? Apakah dengan mainan canggih anak asyik bermain? Atau justru mengisolasi diri dengan mainannya? Kondisi masa lalu orang tua menjadi dasar dalam memenuhi permintaan anak.

Motif kedua dalam memenuhi permintaan anak adalah motif masa depan. Orang tua membayangkan konsekuensi masa depan dalam memenuhi permintaan anak. Apakah membuat anak senang sekaligus anak belajar? Apakah dengan memenuhi permintaan anak, orang tua siap dengan konsekuensinya? Apakah orang tua mampu memenuhi permintaan anak atau justru harus menambah hutang? Orang tua membayangkan konsekuensi di masa depan dalam memenuhi permintaan anak.

Rumus motif masa depan sederhana: Anak Senang & Belajar + Orang Tua Siap Konsekuensinya + Kemampuan Orang Tua = Memenuhi Permintaan Anak. Motif masa depan adalah bagian dari sikap proaktif, permintaan anak direfleksikan ke masa depan anak maupun orang tua.

Lantas, bagaimana cara menjawab bila ayah ibu tidak memenuhi permintaan anak? Jelaskan semuanya dengan penuh rasa  kasih sayang. Bila ayah ibu belum mampu, maka ceritakan pada anak mengenai kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan anak itu. Bila ayah ibu belum siap dengan konsekuensinya, maka ceritakan pada anak dan katakan kapan sekiranya ayah ibu siap. Bila menurut ayah ibu permintaan anak tidak bermanfaat, maka ceritakan dampak negatifnya dan beri alternatif lain yang bikin anak senang sekaligus belajar.

Demikianlah tadi pembahasan kita mengenai Apakah Semua Permintaan Anak Harus Dipenuhi?. Semoga ulasan dapat menjadi referensi bermanfaat dan dapat  menjawab pertanyaan anda.

Tinggalkan Balasan