28/11/2020

Apa yang Harus Dipersiapkan Dalam Menghadapi Resesi?

Semenjak pandemi covid-19, kata resesi semaking sering terdengar. Dilansir dari kontan, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi isyarat Indonesia akan berada di ambang resesi pada Kuartal III 2020. Pada kuartal III Indonesia masih akan mengalami negative grow, bahkan pada kuartal IV 2020 masih dalam zona sedikit di bawah netral. Tidak ada yang mengharapkan resesi, namun mempersiapkan diri adalah kewajiban. Nah, apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi resesi?

Indonesia Resesi

Persiapkan Dana Cadangan

Mulai sekarang, biasakan untuk menabung. Simpan kelebihan dana yang Anda miliki dalam tabungan yang mudah diakses dan tanpa resiko kehilangan. Porsi dana cadangan ideal adalah 3-12 bulan. Tujuannya adalah untuk berjaga-jaga jikalau harus kehilangan pekerjaan karena tergerus resesi. Bukan tidak mungkin kantor akan melakukan pengurangan karyawan agar tetap bertahan di masa resesi. Pun dengan bisnis yang Anda kerjakan, kemungkinan bangkrut terbuka lebar selama resesi.

Lakukan Analisis Budget

Analisis budget bertujuan untuk memberi titik terang kemana hilangnya uang pendapatan. Dari analisis budget, Anda akan mengetahui mana pengeluaran vital dan mana yang tidak. Anda harus memangkas pengeluaran yang tidak vital seperti snacktime, nongkrong, kongkow, dan yang lainnya. Pikirkan lagi pengeluaran untuk kebutuhan jangka pendek, seperti mengganti mobil lama dengan mobil yang baru. Tunda dulu pemikiran investasi dalam bentuk properti. Ingat, segalanya bisa terjadi saat resesi

Pikirkan Kembali Investasi

Dalam masa resesi, pengeluaran sekecil apapun harus terencana dengan matang. Termasuk pengeluaran investasi. Pastikan jenis investasi yang Anda pilih paling sesuai dengan kondisi keuangan, baik itu dari segi keuntungan maupun resiko. Investasi yang salah berpotensi untuk membuat Anda merugi dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Karenanya, tinjau kembali invetasi Anda.

Agendakan Pelunasan Hutang

Bayangkan dalam kondisi ekonomi yang sulit, Anda masih harus memikirkan pelunasan hutang. Ini akan membuat keadaan makin ‘carut marut’. Ada dua strategi dalam pelunasan hutang. Pertama, debt-ladderDebt-ladder adalah strategi melunasi hutang dengan melunasi yang paling besar terlebih dahulu. Kedua, Debt-snow. Kebalikan dari Debt-ladder, Debt-snow adalah strategi membayar hutang dengan terlebih dahulu melunasi yang kecil. Ada baiknya, Anda mulai meninggalkan kartu kredit. Jangan lagi menggunakan kartu ini untuk belanja. Saatnya beralih ke kartu debit, dengan bunga 0%.

Bangun Bisnis Sampingan

Jika Anda memiliki ketrampilan khusus, saatnya merintis bisnis dengan kemampuan itu. Jangan terlena dengan zona nyaman menjadi karyawan kantor. Bisa saja, Anda akan menjadi korban pengurangan karyawan jika resesi terjadi nantinya. Mengajar online, atau sekadar menjual makanan layak adalah contoh bisnis sampingan yang akan membantu menambah penghasilan Anda.

Mulai Menanam Sayur

Meski sepele, langkah keenam ini sangat penting. Tujuannya, memiliki pasokan makanan setidaknya bagi keluarga sendiri. Saat resesi terjadi, pasokan makanan bisa menjadi langka. Memiliki pasokan makanan akan sangat membantu Anda. Anda tidak perlu bersusah payah berebut stok makanan sekaligus dapat menghemat pengeluaran makanan Anda.

Kolaborasi Dengan Lingkungan

Pastikan Anda selalu berkolaborasi dengan lingkungan sekitar Anda. Hal ini akan mendukung controlling bantuan dari pemerintah. Jangan sampai bantuan ini hanya sampai ke orang-orang tertentu atau bahkan tidak sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nah, itulah jawaban atas pertanyaan apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi resesi. Segera lakukan mulai sekarang sebelum semuanya terlambat!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *