26/01/2021

11 Suka Duka Bekerja di Perhotelan

11 Suka Duka Bekerja di Perhotelan – Sekarang, bekerja di dunia perhotelan mulai banyak peminatnya. Penampilan yang rapi serta gaji yang tinggi menjadi salah satu alasan bidang perhotelan menjadi incaran. Lowongan kerja di perhotelan juga semakin terbuka lebar karena destinasi pariwisata yang terus bertambah.
Mereka yang berhasil sukses menyelam di dunia perhotelan terlihat menyenangkan. Karir yang tinggi serta pencapaian lain yang memukau, cukup membuat mata berdecak kagum. Namun, di balik semua yang menyenangkan, ada suka duka yang setia menemani perjuangan yang tak ringan.

Kebanyakan orang hanya mengetahui kemilauan hasilnya saja. Namun hanya mereka yang pernah mengalami, yang mengerti betapa tidak mudahnya menghadapi  suka duka saat bekerja di perhotelan.

Berikut 11 suka duka mereka yang bekerja di dunia perhotelan.  

1. Pendapatan mencapai dua digit angka

Pendapatan di dunia perhotelan bisa mencapai angka dua digit. Perolehan tersebut bisa didapatkan ketika mencapai tingkat manajer ke atas. Ada pula tambahan lain seperti tunjangan kesehatan dan asuransi. Jika dijumlahkan akan mencapai angka 10-20an juta. Di hotel bintang lima Jakarta, tingkat jabatan paling bawah di Housekeeping Department yang tugas kerjanya membersihkan kamar dan area hotel, gajinya bisa sekitar 4-5juta rupiah/bulan.

Bagi yang baru memulai bekerja di perhotelan tanpa pengalaman, angka pendapatan menganut sistem UMR setempat. Meski begitu, ada tambahan lain yang angkanya bisa setara dengan gaji satu bulan. Terutama yang bekerja di departemen yang bertemu langsung dengan tamu seperti front office, restaurant, bar, housekeeping, dan lainnya. Terkadang beberapa tamu yang baik hati memberikan tip yang lumayan. Ada pula makanan gratis dalam satu kali waktu bekerja.

2. Tekanan dengan berbagai macam penyebabnya

Apapun dan dimanapun pekerjaannya, pasti ada permasalahan. Begitu pula bekerja di perhotelan. Penyebabnya pun berbeda-beda. Ada manajemen atasan yang tidak masuk akal, ada juga teman setim yang sulit diajak kerja sama. Belum lagi aturan target pencapaian yang sering membuat pening kepala. Hal ini menjadi tekanan sekaligus tantangan bagi para karyawan yang kerja di bidang perhotelan.

3. Jenjang Karir

Salah satu pertimbangan ketika memilih pekerjaan adalah jenjang karir. Setiap kenaikan jenjang diikuti penambahan gaji beserta tunjangan. Begitu pula jika bekerja di dunia perhotelan, jenjang karirnya sangat menjanjikan. Tak hanya itu, lingkupnya pun tak hanya di dalam negeri saja, namun juga bisa berkarir hingga luar negeri dengan brand hotel yang sama.
Kenaikan jenjang karir setiap pekerja bergantung dengan etos kerjanya. Cara cepatnya dengan menyerap semua ilmu dari teman, atasan, dan orang berpengalaman. Raih prestasi di setiap kesempatan, maka kenaikan jenjang karir bukan sekadar impian.

4. Senioritas karyawan lama terhadap karyawan baru

Bukan hal yang mengherankan jika ada senioritas dalam dunia kerja. Atasan yang sewenang-wenang atau karyawan lama yang menyebalkan, akan menjadi salah satu kesulitan ketika bekerja di perhotelan. Apalagi karyawan baru, fresh graduate tanpa pengalaman, iklim senioritas akan sangat terasa. Namun, semua hal itu bisa diatasi dengan kepiwaian adaptasi.

5. Seragam yang cukup meringankan para pekerja hotel

Ada fasilitas yang disepelekan tetapi cukup meringankan para pekerja hotel yaitu seragam. Setiap hotel menyediakan seragam untuk para staff-nya. Biasanya ada tiga set seragam untuk setiap orang. Seragam tersebut mempunyai desain yang berbeda berdasarkan penempatan departemen. Jadi, para staff tidak perlu beli dan pusing menyiapkan pakaian yang berbeda-beda untuk bekerja.  Pihak hotel juga menyediakan fasilitas laundry untuk mencuci seragam.

6. Fasilitas yang lengkap bagi para pegawai

Ada beberapa hotel yang menyediakan fasilitas klinik beserta dokternya. Mungkin karena sudah bekerja sama dengan klinik yang lokasinya dekat dengan hotel tersebut. Fasilitas kesehatan ini disediakan untuk para karyawan yang mengalami cidera saat kerja. Bisa cidera ringan maupun berat. Apabila terjadi cidera yang tak bisa ditangani klinik, maka akan dibawa ke rumah sakit yang juga bekerja sama dengan hotel. Semua biaya penanganan akibat cidera kerja ditanggung oleh pihak hotel.
Selain fasilitas kesehatan, para karyawan juga menikmati fasilitas menginap di brand hotel yang sama. Biasanya tersedia fasilitas potongan harga bahkan gratis, bergantung dari tingkat jabatannya. Contohnya hotel Grand Hyatt Bali, para karyawanya bisa menginap di Hyatt di seluruh dunia dengan harga khusus.

7. Kesabaran saat melayani pengunjung

Bidang perhotelan bergerak di bidang jasa. Yang harus dilakukan adalah menawarkan sekaligus melayani para pengunjung dengan senyum. Setiap hari selalu tebar senyum dengan penuh keramahan kepada pengunjung yang sikapnya kadang menyebalkan.
Apapun kondisi emosi yang sedang dialami, sedih, marah, atau kecewa, para karyawan dituntut tampil dalam keadaan segar dengan senyum yang menyenangkan.

Sebagai manusia biasa yang juga bisa marah, para karyawan harus bisa pintar-pintar mengatur emosi di bernagai kondisi. Segala bentakan, amarah, hingga keluhan dari pengunjung harus ditangani dengan baik dengan tetap berkata lembut dengan penuh kesabaran.

8. Pelatihan untuk karyawan

Tak sedikit hotel mengadakan pelatihan untuk karyawannya. Tujuan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan, menambah kemampuan, bisa juga untuk menambah nilai agar naik jabatan. Bermacam-macam pelatihan diadakan setiap bulan. Para karyawan bisa memilih jenis pelatihan sesuai minatnya.
Pelatihan juga berguna untuk para karyawan yang ingin berganti departemen. Misalnya saja, setelah mengikuti pelatihan Bahasa Jepang dan ternyata hasilnya sangat memuaskan, seorang karywan bisa direkomendasikan ke departemen waiter atau sales marketing khusus menangani tamu Jepang.

9. Jumping Shift harus siap dihadapi

Jam kerja hotel tidak mengenal tanggal merah. Bahkan libur besar seperti Natal atau Idul Fitri, hotel tetap terbuka untuk para pengunjung. Ketika bekerja di dunia perhotelan artinya harus siap dengan jam kerjanya, termasuk jumping shift yang akan membolak-balik watu tidur. Jumping shift artinya pergantian jam kerja yang acak. Misalnya, tiga hari kebagian shift sore, dua hari berikutnya shift malam, lalu dipindah lagi shift pagi.
Menjaga stamina tubuh sangat penting agar kondisi tetap prima. Sering terjadi pula double shift karena ada teman yang berhalangan datang. Sehingga, pergunakan waktu libur sebak-baiknya untuk istirahat agar tidak sakit. Jika diperlukan, konsumsi vitamin tambahan agar membantu tubuh mengisi energi yang hilang.

10. Berkurangnya Waktu Berkumpul

Hari libur kerja di perhotelan bukan Sabtu atau pun Minggu, tetapi hari aktif antara senin hingga jumat. Jarang sekali pihak hotel memberikan libur saat weekend. Disisi lain, teman atau keluarga kebanyakan libur kerja di akhir pekan. Sehingga sulit sekali jika ingin berkumpul bersama mereka.
Makanya, kebanyakan orang yang bekerja di hotel juga mencari pasangan yang profesinya sama atau jam kerjanya hampir sama. Selain lebih mudah mencocokan hari libur, pasangan lebih mudah mengerti dan memahami kesibukan masing-masing. Sehingga mengurangi pertengkaran rumah tangga yang disebabkan kurangnya waktu tatap muka.

11. Konsumen yang mendatangkan keberuntungan

Bagi para fans artis tertentu, bekerja di hotel bisa saja mendatangkan keberuntungan yang tak terduga, apalagi kerja di hotel bintang lima. Pasalnya, artis-artis dunia maupun lokal pasti memilih hotel yang mewah untuk istirahat atau pun menginap.
Pada momen inilah, para karyawan hotel bisa berjumpa langsung dengan artis papan atas. Tak perlu repot-repot berdesakan atau pun menunggu lama di pelataran, mereka bisa berfoto bersama dengan artis namun tentunya setelah ada perizinan dan diperbolehkan.

11 Suka Duka Bekerja di Perhotelan – Segala suka duka dalam bekerja di hotel menjadi hambatan yang cukup berat, tetapi bisa menjadi tantangan yang akan menambah pengalaman dan kekuatan. Semua itu bisa mengantarkan Anda ke jenjang kehidupan yang lebih hebat. Mental pun semakin kuat sehingga siap menghadapi hambatan di masa depan.

Pengen Disukai banyak Wanita, Jadi bartender aja

Tinggalkan Balasan