Waspadai Sejak Dini, Masalah Obesitas Pada Anak

Memiliki balita yang bertubuh gemuk memang sangat menggemaskan, apalagi kalau anak kita lahap makannya dan tidak pilih-pilih pasti sebagai ibu merasa senang. Balita gemuk memang terlihat menggemaskan, namun di balik tubuh gemuknya menyimpan bibit-bibit penyakit yang kemungkinan muncul saat sudah dewasa. 

Banyak para ibu yang kurang menyadari bahwa kegemukan merupakan salah satu sumber penyakit yang dapat mengancam pertumbuhan anak. Salah satunya adalah obesitas atau kegemukan yang terjadi akibat adanya timbunan lemak di dalam tubuh yang berlebihan. Menurut penelitian pada tahun 2016 di Asia sendiri hampir 37% balita yang berumur dibawah 5 tahun menderita obesitas atau kegemukan. 

Penyebab obesitas pada balita adalah akibat kelebihan berat badan atau bisa juga disimpulkan antara asupan kalori yang masuk di dalam tubuh tidak seimbang dengan kalori yang dikeluarkan. Seringkali kita memberikan makanan jenis karbohidrat seperti nasi putih dengan tujuan agar anak cepat kenyang. Untuk itu waspadai sejak dini, penyebab lain dari obesitas antara lain sering dibiarkan mengkonsumsi makanan manis-manis dan junk food, kurangnya aktivitas fisik si kecil serta kurangnya makan sayur dan buah-buahan.

Beberapa Gejala Obesitas pada anak dan balita yang wajib orang tua perhatikan adalah:

ANAK GEMAR MAKAN JUNKFOOD
Biasanya anak yang terkena obesitas cenderung memiliki nafsu makan lebih pada makanan cepat saji seperti, roti manis, burger, pizza, dan beberapa jenis makanan yang digoreng. Akan tetapi jika disediakan makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan mereka tidak begitu antusias makan atau malas. 

SERING MERASA LAPAR
Salah satu gejala anak obesitas adalah sering merasa lapar. Walaupun kita sudah memberi makan sesuai porsinya dan tepat waktu, mereka masih akan minta makanan lain seperti cemilan sesering mungkin.

MALAS GERAK
Gejala ketiga yang paling mudah untuk mengidentifikasi obesitas pada anak adalah kurangnya aktivitas fisik yang mereka lakukan. Anak obesitas biasanya cenderung lebih senang bermain di dalam ruangan atau kamar dan bermain game sambil tiduran. Mereka malas untuk bermain di luar ruangan seperti lari-larian, bersepeda dan banyak lainnya.

SUKA MINUMAN MANIS
Selain gemar makan makanan instan biasanya balita obesitas lebih suka mengkonsumsi minuman yang manis dan ada varian rasanya dibanding dengan minum air putih setiap harinya.

Berikutnya kita akan membahas penyebab obesitas pada balita. Selain dari faktor makanan dan pola hidup, faktor keturunan juga berpengaruh. Faktor genetik dan lingkungan benar-benar berpengaruh, biasanya calon ibu yang sudah obesitas dari sebelum hamil cenderung akan melahirkan bayi obesitas juga. Pola makan yang tidak teratur yang menjadi gaya hidup dalam keluarga akan berpengaruh pada keturunan-keturunannya.

Selain itu penyebab obesitas lainnya adalah ketika calon ibu pada saat masa kehamilan mengalami obesitas gestasional. Apa itu obesitas gestasional? Obesitas yang dialami selama kehamilan yang beresiko menyebabkan komplikasi dan bayi terlahir dengan berat badan yang berlebih. Untuk menghindari itu semua alangkah baiknya bagi calon ibu rutin kontrol dan konsultasi ke dokter kandungan.

BAHAYA PENYAKIT YANG DITIMBULKAN ANAK OBESITAS:
– Diabetes Mellitus
– Penyakit Jantung
– Gangguan Pernapasan
– Asma
– Gangguan Tidur
– Penyakit Hormonal

Ternyata tidak bagus juga ya, Mom jika anak kita banyak makan dan kegemukan. Berikut tips buat para ibu untuk mengatasi obesitas pada balita:

  • Berikan pengertian dan bicarakan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak-anak, jelaskan pada anak kita bahwa makan makanan manis sesekali boleh tetapi alangkah lebih baiknya kalau si kecil lebih sering mengkonsumsi makanan sehat dan sesuai porsi saja.
  • Jelaskan pada anak kita apa saja penyebab obesitas selain dari makanan, yang dimana efeknya bisa membuat mereka mengerti dan paham bahwa memiliki badan terlalu gemuk tidak baik untuk kesehatan.
  • Berikanlah reward atau sanjungan untuk anak kita saat mereka mau mengkonsumsi makanan sehat. Apalagi saat anak mendapatkan pencapaian di tempat bermain dan belajar.
  • Lebih sering memasak untuk anak kita, jadi sebagai orang tua harus tau apa saja makanan yang dikonsumsi anak. Mengurangi makan makanan luar dan lebih sering memasak untuk makan dirumah.
  • Jangan lupa untuk mengajak putra-putri kita untuk melakukan aktivitas fisik yang tentunya harus menyenangkan, misalnya membiasakan anak untuk membantu menyiram tanaman. Sebenarnya tidak fokus pada kegiatan menyiram tanaman tetapi anak-anak lebih senang bisa bermain air juga.

Dan masih banyak sekali tips yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk menghindari obesitas pada anak. Jadilah orang tua yang lebih memperhatikan tumbuh kembang anak kita agar tetap sehat dan tidak mudah sakit. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *