Mitos Dan Fakta Tentang Asi

Banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat terkait ibu menyusui dan asi (air susu ibu). Mitos-mitos yang paling sering terdengar adalah jika ingin asi mengalir deras ibu harus menkonsumsi jenis sayuran atau makanan tertentu. Tentu saja itu tidak benar karena produksi asi dipengaruhi oleh supply by demand, semakin banyak asi dikeluarkan akan semakin banyak diproduski.  Lalu seperti apa mitos-mitos lain yang ada? Simak yuk.

  • Payudara kecil maka asinya sedikit. Tidak benar ya, produksi asi tidak dipengaruhi oleh bentuk payudara. Ibu dengan payudara kecil tetap bisa memberikan asi dan memenuhi kebutuhan bayinya.
  • Asi pertama kali harus dibuang karena basi. Tidak benar, asi yang pertama kali disebut kolostrum yang kaya akan nutrisi dan penting bayi tumbuh kembang bayi.
  • Asi yang encer tidak bagus untuk bayi. Tidak benar karena asi saat awal menyusui mengandung karbohidrat sehingga terlihat encer. Semakin lama asi akan terlihat lebih kental karena mengandung lebih banyak lemak.
  • Payudara sebelah kiri memproduksi minuman sedangkan sebelah kanan memproduksi makanan untuk bayi. Tidak benar, payudara memproduksi asi yang mengandung karbohidrat untuk menghilangkan dahaga dan sekaligus menghasilkan asi yang mengandung protein serta lemak yang dapat mengenyangkan bayi. Susui bayi secara bergantian antara payudara kanan dan kiri.
  • Wanita hamil dilarang menyusui. Tidak benar, wanita hamil dapat tetap menyusui bayinya bila tidak ada kendala seperti kontraksi. Silakan konsultasi dengan dokter kandungan yang menangani ibu.
  • Menyusui membuat payudara kendur. Tidak benar, payudara kendur karena proses kehamilan.
  • Ibu menyusui tidak boleh minum es karena akan menyebabkan asi menjadi dingin. Tidak benar, karena sesuatu yang keluar dari dalam tubuh bersifat hangat.
  • Asi di pagi hari harus dibuang dulu. Tidak benar, karena asi dapat diberikan kapan saja dan selalu segar.
  • Asi yang diteteskan ke mata bayi dapat menyembuhkan sakit mata. Tidak benar. Apabila mata bayi mengeluarkan kotoran maka cukup dibersihkan dengan kapas yang diberi air hangat. Kemudian pijat ringan dan lembut pada bagian saluran mata. Tidak ada penelitian yang menyatakan asi dapat menyembuhkan sakit mata.
  • Asi yang mengenai alat kelamin bayi laki-laki dapat menyebabkan mandul. Tidak benar. Jika asi menetes di tubuh bayi cukup dibersihkan saja. Tidak ada kaitan antara asi yang menetes di alat kelamin bayi laki-laki dengan kesuburan.
  • Ibu menstruasi tidak boleh menyusui. Tidak benar. Ibu dapat memberikan asi kapan saja. Saat nifas atau menstruasi tidak ada larangan.
  • Ibu menyusui tidak boleh makan pedas. Tidak benar, ibu bisa makan apa saja. Namun jika bayi ada reaksi alergi terhadap capsaicin atau zat pedas pada cabai maka makanlah makanan pedas dalam jumlah yang wajar dan amati reaksi bayi.
  • Ibu menyusui harus minum jamu agar asinya selalu kental. Tidak benar. Payudara selalu memproduksi foremilk yang bersifat encer karena mengandung karbohidrat dan hindmilk yang bersifat kental karena mengandung banyak lemak.
  • Memerah asi dengan pompa dapat merusak payudara. Tidak benar. Memerah asi dengan tangan ataupun pompa pada prinsipnya sama saja, yang penting ibu merasa nyaman.
  • Ibu menyusui harus makan dengan porsi lebih banyak. Tidak benar. Ibu menyusui memang sebaiknya mengkonsumsi jenis makanan yang mengandung gizi seimbang dan sehat. Tidak perlu makan dengan porsi dobel.
  • Ibu menyusui tidak boleh tidur siang. Tidak benar. Ibu boleh istirahat kapan saja, dengan istirahat yang cukup akan membuat ibu menjadi segar dan tetap sehat.

Inilah beberapa mitos yang banyak beredar di kalangan ibu menyusui. Dengan mengetahui fakta yang sebenarnya maka kita tak perlu lagi merasa cemas dengan hal-hal yang tak terbukti kebenarannya. Tetap memberikan asi karena asi adalah makanan terbaik untuk bayi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *