Kurangi Sampah Dengan Diet Plastik

Akhir-akhir ini pemerintah dari berbagai kota mulai mencanangkan gerakan tanpa sedotan di gerai makanan dan restoran. Awal mulanya Bali menjadi pelopor yang melarang diberikannya sedotan kepada pengunjung kafe atau restoran. Lalu menyusul kota-kota lainnya yang ikut berpartisapasi. Masalah sampah, khususnya sampah plastik memang sudah sangat memprihatinkan. Beberapa waktu lalu tersiar kabar seekor hiu yang mati karena perutnya penuh dengan sampah plastik.

Sampah plastik selain susah terurai juga akan menimbulkan masalah baru yaitu polusi udara ketika dibakar. Ketika dipendam akan merusak ekosistem di dalam tanah.

Bumi tempat kita berpijak sekarang bukan hanya untuk kita tempati sekarang saja, tapi menjadi tempat tinggal anak cucu kita selama puluhan tahun kedepan. Jika tidak dari sekrang kita merawat bumi dan menjadikannya layak sebagai rumah maka besok di masa yang akan datang akan banyak masalah yang timbul. Susahnya mendapat air bersih dan menghirup udara yang bersih adalah indikasi bahwa kita harus mulai menyayangi bumi.

Pada saat disosialisasikan gerakan minim sampah ini, awalnya banyak masyarakat yang memprotes. Bagaimana bisa membeli minuman tanpa kemasan plastik. Bagaimana bisa membeli bakso tanpa menggunakan plastik sebagai wadahnya. Rasanya kok kurang nyaman jika minum tanpa sedotan. Ini hanyalah masalah adaptasi saja, karena selama bertahun-tahun sudah dimudahkan dengan kemasan plastik.

Ada cara yang mudah untuk memulai gerakkan minim sampah yang bisa kita mulai dari diri sendiri dan dari keluarga kita.

  • Biasakan membawa totebag.

Tas yang berbentuk simple ini cocok digunakan kapan saja dan kapan saja ketika Anda belanja. Anda tak lagi membutuhkan tas plastik untuk membawa barang belanjaan. Masukkan ke dalam totebag dan ini sudah langkah awal yang baik untuk meminimalisir penggunaan plastik.

  • Membawa tumbler.

Botol yang dalam dipakai berulang kali ini bisa menggantikan gelas plastik atau kemasan botol mineral sekali pakai. Kedai kopi terkenal bahkan memberikan potongan harga jika pelanggan membawa tumbler sendiri untuk membeli kopi yang akan dibawa pulang.

  • Rantang Untuk Bakso, Bubur Ayam dan Makanan Lainnya

Tak perlu malu membawa rantang untuk membeli makanan. Ini bahkan langkah yang sangat keren lho. Anda sudah berperan penting untuk menyelamatkan bumi dari masalah sampah. Coba bayangkan berapa lembar plastik yang digunakan saat membeli bakso untuk dibawa pulang. Plastik untuk bakso dan mie, plastik untuk kuah, plastik untuk saos dan plastik untuk sambal. Itu saja jika seorang pelanggan yang membeli satu bungkus, bayangkan jika sepuluh pelanggan maka sudah berapa banyak plastik sampah yang akan terbuang.

  • Tepak Saat Belanja Di Tukang Sayur.

Saat belanja di tukang sayur langganan bawalah tepak atau wadah plastik bening untuk wadah barang belanjaan Anda. Anda dapat menempatkan ikan, ayam, tahu atau sayuran di tepak bening dan setelah sampai di rumah menaruhnya di kulkas.

  • Ganti Sedotan Plastik Dengan Sedotan Stainless steel

Beberapa gerai makanan cepat saji sudah tak lagi memberikan sedotan pada minuman yang mereka beli. Sedotan jika dibuang dan masuk ke laut akan memberikan dampak buruk pada hewan di laut. Kura-kura yang hidungnya tertusuk sedotan membuatnya mati. Jika kita melakukan hal ini bukankah sama saja dengan melakukan kerusakan.

  • Ganti Sendok Makan Plastik dengan Sendok Makan Kayu.

Sendok makan plastik sekali pakai dapat diganti dengan sendok makan kayu yang dapat juga dipakai berulang kali.

Ternyata mudah dan banyak caranya ya untuk mulai menimalisir plastik dalam kehidupan sehari-hari. Sayangi bumi kita dengan mengurangi sampah plastik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *