Jangan Mau Jadi Pengangguran, Ini Fakta Tentang Pengangguran di Indonesia

01

Pengangguran adalah suatu keadaan dari sekelompok orang/seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan penghasilan dari pekerjaan tersebut. Di negara Indonesia sendiri pemerintah mewajibkan warga negaranya untuk wajib belajar selama 12 tahun yaitu SD 6 tahun, SMP 3 tahun, dan SMA/K 3 tahun. Usia seseorang yang lulus SMA/K umumnya berusia 16-18 tahun. Di usia tersebut adalah usia penentuan dimana seseorang akan langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa jumlah angkatan kerja pada tahun 2018 sejumlah 131,01 juta orang naik 2,95 juta dari tahun 2017. Sebanyak 124,01 juta orang memiliki status bekerja dan 7 juta orang memiliki status sebagai pengangguran. Dari jumlah pengangguran tersebut paling banyak didominasi oleh lulusan SMK yang menduduki persentase 11,41 % sedangkan untuk persentase lulusan SMA sejumlah 8,29 %.

Dari data tersebut seharusnya untuk lulusan SMK mempunyai prospek tingkat pengangguran yang rendah, karena SMK adalah sekolah kejuruan yang mendidik siswanya supaya siap terjun langsung ke dunia kerja pada saat lulus nanti. Siswa SMK sudah dibekali oleh ketrampilan khusus sesuai dengan bidang kejuruan yang diambil sebelumnya.

Lalu apa faktor penyebab pengangguran sebenarnya? Pengangguran disebabkan oleh beberapa faktor antara lain: tidak seimbangnya antara lowongan pekerjaan dan jumlah orang yang mencari kerja, tenaga manusia sudah digantikan oleh robot karena semakin berkembangnya teknologi dan menghemat biaya operasional perusahaan, keterampilan yang dimiliki tidak sesuai dengan lowongan kerja, kemiskinan yang membuat seseorang tidak mampu untuk menempuh pendidikan tinggi, kurangnya ketrampilan, PHK, tempat tinggal terpencil sehinggal jauh dari adanya lowongan pekerjaan, dan yang terakhir yaitu pasar global.

Jenis-jenis pengangguran menurut faktor penyebab pengangguran dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, sebagai berikut :

  1. Pengangguran Terbuka adalah penduduk yang berada di usia kerja yang sedang mencari pekerjaan, entah penduduk tersebut belum pernah bekerja atau sudah pernah bekerja karena beberapa hal dia kehilangan pekerjaan, yang mengharuskan dia untuk mencari pekerjaan lagi.
  1. Pengangguran struktural; Pengangguran ini disebabkan oleh ketrampilan yang dimiliki oleh pencari kerja tidak sesuai dengan lowongan pekerjaan yang ada. Atau pengangguran yang muncul karena jumlah lowongan pekerjaan terlalu sedikit. Contoh Pengangguran struktural yaitu perubahan struktur perekonomian yang awalnya bisnis pertanian diganti menjadi bisnis Industri, otomatis tenaga kerja dituntut untuk memiliki keahlian dalam bidang industri supaya bisa bekerja dengan maxsimal.
  2. Pengangguran Friksional (Sementara) adalah pengangguran yang muncul karena adanya senjang waktu bagi pekerja untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan selera dan kemampuan mereka (Mankiw, 2003:120). Contoh pengangguran friksional yaitu seorang pekerja yang bekerja di perusahaan A pindah ke perusahaan B, dengan harapan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dari pekerjaan di perusahaan A.
  1. Pengangguran Konjungtur adalah pengangguran yang muncul karena kemunduran kegiatan ekonomi yang disebabkan oleh beberapa faktor antara lain penurunan kegiatan ekspor dan impor yang semakin besar, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan ekonomi semakin menurun, dan perusahaan swasta mengurangi investasinya.
  1. Setengah Pengangguran yaitu seseorang yang bekerja kurang dari 35-40 jam perminggu.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat pengangguran di Indonesia pada bulan Februari 2016 berada di angka 5,50 % sedangkan di bulan Februari 2019 berada diangka 5,01 %. Jika dilihat dari angka tersebut angka pengangguran di Indonesia menurun 0,49 % dalam tiga tahun terakhir ini. Untuk lebih rincinya perhatikan gambar di bawah ini :

02

Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang mempunyai berbagai macam-macam pengangguran. Pengangguran yang paling banyak di Indonesia adalah pengangguran musiman dan pengangguran teknologi.

Pengangguran musiman adalah penduduk yang termasuk dalam usia kerja yang menganggur karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek yang membuat seseorang harus menganggur. Contoh pengangguran musiman yaitu petani yang menanti musim tanam, pedagang durian, ace, dan mangga. Cara mengatasi pengangguran musiman supaya tetap bisa bekerja adalah dengan cara mengembangkan kemampuan dengan mengikuti pelatihan sesuai dengan keahlian anda dan membuka usaha. Melakukan pekerjaan freelance, melihat peluang usaha lainnya di daerah anda, dan meminta bantuan teman untuk mencarikan pekerjaan lainnya.

Pengangguran teknologi adalah seseorang yang kehilangan pekerjaannya akibat dari perkembangan teknologi. Contoh pengangguran teknologi yaitu Pak pos yang kehilangan pekerjaan karena adanya smartphone, PHK karyawan pabrik yang diakibatkan penggantian operasional pabrik oleh mesin, ojek pangkalan atau kendaraan umum yang kehilangan penghasilannya karena adanya ojek online, dan petani yang sudah tergantikan oleh mesin traktor.

Cara mengatasi pengangguran teknologi ini adalah dengan cara memberikan pelatihan khusus dan memberikan kredit modal kerja terhadap karyawan yang kehilangan pekerjaannya, sehingga diharapkan dengan memiliki ketrampilan baru dan pinjaman modal para pengangguran ini bisa membuka usaha sendiri. Meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas dan trampil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *