Beberapa Pertimbangan Ketika Ibu Tunggal Akan Menikah Lagi

Menjadi seorang ibu tunggal baik karena cerai hidup atau cerai mati bukanlah hal mudah. Hidup mandiri tanpa pendamping harus mereka jalani. Baik mandiri secara finansial maupun secara sosial. Belum lagi ibu tunggal harus menghadapi stigma masyarakat, seperti sebagai penggoda suami orang, tak mampu menjaga keutuhan rumah tangga atau anggapan tak becus melayani suami hingga menyebabkan perceraian.

Dengan berjalannya waktu, luka hati yang mulai sembuh dan bisa membuka hati, ibu tunggal mulai dekat dengan laki-laki dan memutuskan untuk menikah lagi. Pernikahan seseorang yang sudah pernah menikah tentu saja tak sama dengan ketika seorang gadis atau perjaka menikah. Ada hal-hal yang lebih rumit yang kelak akan mereka hadapi. Apalagi jika seorang ibu tunggal akan menikah dengan duda yang sama-sama memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Inilah beberapa pertimbangan yang perlu dilakukan ketika ibu tunggal ingin menikah lagi

  • Tujuan Pernikahan

Beberapa alasan yang dikemukakan ibu tunggal ketika ingin menikah lagi di antaranya adalah agar ada laki-laki yang melindungi dan mengayomi keluarga mereka. Alasan finansial terkadang jadi faktor yang mendorong ibu tunggal ingin menikah lagi, agar ada yang membantu membiayai sekolah anak-anak dan pemenuhan kebutuhan lainnya. Tak ada alasan yang sama dari setiap ibu tunggal karena memang yang mempunyai kehidupan adalah masing-masing orang.

Tujuan pernikahan sejatinya menyatukan visi dan manusia dari dua individu yang berbeda agar tercapai cita-cita yang sama.

  • Persetujuan Anak

Minta pendapat anak tentang calon suami dengan cara mengenalkan dan mendekatkan antara anak dengan laki-laki yang akan menjadi ayah mereka. Ibu tunggal yang akan menikah lagi, tentu saja calon suami harus dapat menerima mereka satu paket yaitu ibu dengan anaknya. Jelas tak mungkin seorang ibu tunggal mau menikah jika calon suami tak mau menerima anaknya.

Beberapa anak justru menginginkan ibunya menikah lagi dengan beberapa alasan agar mereka punya ayah baru atau ibu lebih bahagia. Namun beberapa anak juga tak ingin hal itu karena khawatir ibunya akan lebih dekat dan sayang dengan ayah barunya. Rasa cemburu anak adalah hal wajar yang perlu diperhatikan.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenalkan satu sama lain dan biarkan mereka saling beradaptasi. Ibu juga bisa meminta pendapat anak bagaimana penilaian mereka tentang calon ayah barunya.

  • Atur Kesepakatan Bersama Calon Suami

Ibu tunggal yang memiliki anak pada pernikahan sebelumnya yang akan menikah dengan duda yang juga memiliki anak perlu mengatur kesepakatan tentang siapa yang akan menegur jika anak sambung membuat masalah. Karena pendidikan dan aturan-aturan yang mereka buat tentu saja berbeda.

Ada beberapa kesepakatan yang perlu juga dibuat misalnya tentang harta ataupun yang lainnya.

  • Pendapat dari Keluarga Besar

Tak ada salahnya ibu tunggal meminta pendapat dari keluarga besar termasuk juga keluarga mantan suami. Kakek dan nenek dari anak-anak bisa kita ajak bercerita dan minta mereka mengemukakan pendapatnya tentang ayah baru bagi cucu mereka. Ini dapat dilakukan ketika hubungan masih baik dan komunikasi berjalan lancar dengan keluarga dari pihak mantan suami.

Itulah beberapa pertimbangan ketika ibu tunggal memutuskan ingin menikah lagi. Yang perlu diperhatikan adalah ketika masih mempunyai luka yang belum sembuh jangan berharap pasangan baru akan mengobati luka tersebut. Sebaiknya ibu saat memutuskan menikah lagi sudah dalam keadaan move on dan siap melangkah dalam kehidupan pernikahan selanjutnya. Semoga berbahagia ya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *