Beberapa Ciri Rumah Sehat Untuk Keluarga

Setiap orang pasti menginginkan tinggal di sebuah rumah yang sehat. Tidak hanya itu saja, namun juga di perumahan yang kondusif baik secara fisik maupun psikologis. Arti rumah sendiri adalah sebuah rumah yang menjadi tempat berlindung dari cuaca buruk maupun binatang buas. Pengertian lebih lanjut yaitu sebuah rumah juga dapat mempersatukan sebuah keluarga dan meningkatkan tumbuh kembang penghuni di dalamnya.

Untuk mewujudkan rumah sehat diperlukan empat ciri yang mendukungnya antara lain terpenuhinya kebutuhan fisiologis penghuninya, kebutuhan psikologis, mampu melindungi dari kecelakaan dan mencegah adanya penularan penyakit baik yang disebabkan bakteri ataupun kuman.

  • Rumah sehat dapat melindungi penghuninya dari cuaca sekitar. Suhu udara di dalam ruangan sekitar 4 derajat celcius dari suhu udara luar untuk yang berada di daerah tropis seperti Indonesia. Suhu udara di dalam kamar sekitar 22 hingga 30 derajat celcius.
  • Adanya unsur cahaya juga menjadi syarat dikategorikannya rumah menjadi rumah sehat. Cahaya ini dapat yang berasal dari sinar matahari atau cahaya buatan yang ada di dalam rumah misalnya api di perapian dan lampu.
  • Ventilasi rumah juga menjadi hal penting agar udara kotor dapat keluar dan berganti menjadi udara yang bersih. Aliran udara segar yang tetap terjaga membuat kuman-kuman penyakit mati. Menurut American Public Health Asociation (APHA) bahwa luas lubang pada ventilasi tetap minimal 5% dari luas lantai bangunan. Luas lubang ventilasi tak tetap atau insidental (yang dapat dibuka dan ditutup) minimal 5% dari luas lantai bangunan sehingga total luas ventilasi adalah 10% dari luas lantai bangunan. Ventilasi yang baik juga mampu memberikan kualitas udara yang baik sehingga penghuni di dalamnya dapat bernafas dengan sehat dan segar.
  • Rumah sehat menjadi rumah yang dapat melindungi penghuninya dari gangguan kebisingan. Kebisingan yang berlebihan tentu saja tidak baik untuk kesehatan pendengaran baik untuk jangka pendek atau jangka panjang.
  • Rumah dihuni bukan hanya untuk sehari atau dua hari. Rumah dihuni bukan hanya untuk jangka waktu sementara namun untuk jangka waktu panjang bahkan mungkin untuk selamanya. Dengan berjalannya waktu, tentu saja penghuni di dalamnya akan tumbuh dan berkembang. Rumah sehat mampu menjadi tempat yang nyaman untuk beraktivitas bagi penghuninya.
  • Salah satu tujuan dibangunnya rumah adalah untuk melindungi penghuninya dari penularan penyakit atau terpapar zat-zat yang dapat menganggu kesehatan. Rumah sehat berarti bebas dari binatang yang dapat menularkan penyakit seperti tikus, kecoa, lalat dan lain sebagainya. Penghuni juga dapat menjaga kesehatan dengan cara menkonsumi makanan dengan gizi seimbang. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan rutin melakukan olahraga. Olahraga dapat membuat tubuh bugar dan sehat.
  • Untuk itu syarat mutlak adalah terpenuhinya kebutuhan air bersih secara cukup. Air menjadi kebutuhan penting karena untuk mandi, mencuci baju dan piring serta tersedianya air itu sekitar 60 liter per hari untuk satu orang. Hal penting lainnya adalah tersedianya air minum yang layak untuk dikonsumsi dan menyehatkan.
  • Ciri lainnya untuk rumah sehat adalah adalah saluran pembuangan limbah yang terkontrol. Limbah rumah tangga yang berupa cairan harus dapat dikelola dengan baik agar tidak mengotori air bersih, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah. Limbah rumah tangga yang padat juga harus dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Rumah sehat juga memiliki septiktank dan tempat pembuangan sampah tertutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *