3 Cara Cermat Memilih Rumah Bebas Banjir

Setiap melihat iklan perumahan, daerah atau rumah yang ditawarkan selalu menyatakan sebagai kawasan bebas banjir. Memang setiap orang yang mencari rumah untuk ditempati selalu memilih yang aman dan bebas bencana banjir. Kebanjiran memang merepotkan, tak hanya bisa menghanyutkan harta benda yang dimiliki namun juga bisa mengganggu kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

Beberapa kota besar di negara kita kerap menjadi langganan banjir. Dikenal dengan nama banjir musiman atau banjir tahunan karena selalu kebanjiran jika musim hujan dan terutama saat curah hujan sedang tinggi-tingginya. Tak tanggung-tanggung genangan air bisa mencapai satu meter. Hal ini bisa disebabkan karena pengelolaan yang salah dari pihak pengembang ataupun dari pemerintah kota sendiri. Oleh karena itu, ada beberapa tips untuk Anda saat akan membeli rumah bebas banjir.

  • Survey Lokasi

Datangi secara langsung rumah atau perumahan yang diminati dan lihat bagaimana kondisi sungai dan sistem drainase di sekitarnya. Luangkanlah waktu untuk meninjau rumah idaman Anda dan perhatikan lingkungan secara keseluruhan. Rumah yang dekat dengan sungai besar lebih rentan terkena banjir saat musim hujan dan air sungai meluap.

Namun rumah yang agak jauh dari sungai juga bisa jadi langganan banjir jika sistem drainasenya tidak baik. Pastikan ada saluran pembuangan seperti selokan dan bagaimana kira-kira daya tampungnya jika ada air hujan, apakah memadai atau tidak. Anda juga perlu memastikan jika daerah tersebut bukan bekas rawa.

Saat musim hujan, Anda juga bisa mengamati daerah mana saja yang terkena banjir. Waktu itu adalah saat yang tepat untuk memperhatikan wilayah-wilayah yang mana yang yang harus dihindari dan  wilayah yang aman dan bebas banjir.

Anda juga bisa menanyakan kepada penduduk setempat yang sudah terlebih dahulu tinggal di sana tentang bagaimana kondisi perumahan tersebut saat musim hujan termasuk juga akses jalannya. Jika rumah yang Anda survey tak pernah kebanjiran namun akses jalan keluar masuk tergenang air tentu saja hal ini merepotkan. Pertimbangkan lebih matang jika daerah sekitar rawan banjir. Cara lain untuk melihat apakah wilayah tersebut menjadi langganan banjir adalah dengan melihat bekas genangan air yang biasanya ada di pohon atau bangunan rumah.

  • Teliti Keadaan Bangunan Rumah dan Sekitarnya

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah konstruksi bangunan rumah. Sebaiknya rumah juga memiliki sisa lahan hijau sekitar 35% yang tidak hanya berfungsi sebagai taman yang memperindah rumah namun juga sebagai lahan resapan air. Anda juga perlu memperhatikan struktur jalan sebagai akses jalan keluar masuk, yang paling baik jika jalan terbuat dari paving block karena lebih mudah menyerap air hujan.

Pipa yang terpasang di rumah sebagai aliran air hujan dari atap rumah harus dipasang menyesuaikan kapasitas volume air. Posisi rumah juga lebih tinggi dari jalanan di depannya, kurang lebih sekitar 50 sentimeter. Hal ini untuk mencegah adanya genangan air saat hujan deras yang akan masuk ke rumah.

Anda mempunyai hak tanya kepada pengembang tentang bagaimana lokasi perumahan tersebut. Hindari perumahan yang didirikan dari bekas rawa karena dikhawatirkan ada air yang memancar dari dalam tanah. Tanyakan apakah perumahan tersebut bebas banjir musiman setiap tahun saat musim hujan atau saat siklus lima tahunan.

  • Cek Melalui Situs

Sekarang ini di jaman informasi yang berkembang pesat dan dapat diakses dengan mudah, Anda dapat mencari wilayah mana saja yang menjadi langganan banjir di beberapa kota besar. Apakah itu banjir musiman setiap tahun saat musim hujan atau banjir yang terjadi pada lima tahun terakhir. Anda bisa masuk ke beberapa situs internet terpercaya seperti petajakarta.org, geospasial.bnpb.go.id, dan pu.go.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *